
Bandung, diinfoin
Jalan Desa merupakan salah satu elemen vital dari infrastruktur yang memainkan peran penting dalam membuka akses, tetapi kenyataannya Jalan desa sering kali berbentuk jalur sempit dan hanya dapat dilalui satu kendaraan dalam satu waktu, padahal merupakan penghubung utama antar permukiman pedesaan dan dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi.
Meskipun banyak manfaatnya dan ada alokasi dana desa, pembangunan jalan desa sering menghadapi banyak tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Tantangan tersebut , antara 1. Kondisi Geografis yang Menantang, 2. Keterbatasan Anggaran dan Alokasi Bertahap, 3. Kualitas Material yang Tidak Konsisten 4. Minimnya Tenaga Teknis dan Alat Berat 5. Kurangnya Pengawasan dan Evaluasi.
Di era kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tantangan tersebut tidaklah menjadi kendala. Pembangunan jalan desa adalah salah satu prioritas utama di era kepemimpinan Gubernur yang akrab dipanggil KDM. “Pada dasarnya pembangunan jalan desa merupakan kewenangan pemerintah desa yang didukung melalui alokasi dana desa,” ujarnya, Namun, lanjut dia, ada sejumlah desa yang tidak mampu memperbaiki seluruh jalan di wilayahnya. Baik karena anggaran tidak mencukupi atau panjang jaringan jalan yang harus diperbaiki.
Sebagai langkah lanjutan untuk merealisasikan program prioritas tersebut, untuk tahap pertama di tahun 2026 pembangunan Jalan Desa sudah mulai dilaksanakan di 20 Desa yang tesebar di 14 Kecamatan, 8 Kabupaten dengan Pagu anggaran Rp. 35,098 Miliar dengan target waktu pelaksanaan 95 hari kalendar.
Pembangunan nya merupakan upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun, merawat, serta meningkatkan jaringan jalan di wilayah pedesaa dengan sistem Swakelola Tipe IV yang berbasis masyarakat , dengan karakteristik utama, yaitu 1. Masyarakat pengusul dan pelaksana, 2. Penggunaan tenaga kerja dan sumber daya lokal, 3. Akuntabilitas dan transparansi publik, 4. Pengembangan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Sementara pemerintah provinsi Jawa Barat menyediakan anggaran, bimtek (konsultan) dan peralatan (Mobil Self loading concrete mixer /Mobile Batching Plant).
Dengan pembangunan Jalan Desa yang berbasis kelompok masyarakat ada beberapa manfaat diperoleh, yaitu 1. Infrastruktur sesuai kebutuhan nyata, 2. Pemberdayaan masyarakat. 3.Pergerakan Tenaga Kerja Lebih Cepat 4. Peningkatan ekonomi lokal karena, distribusi Hasil Pertanian Menjadi Lebih Efisien, penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif Desa, 5. Mendorong Wisata Desa dan 6. Peningkatan Nilai Tanah dan Properti Desa. Red.



